Selasa, 26 Juli 2011

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Ndak terasa 6 hari lagi Bulan Suci Ramadhan akan menghampiri kita lagi,,,,sudah siapkah kita untuk menyongsongnya???
RAMADHAN adalah sebuah bulan yang sangat erat dengan telinga setiap muslim, bahkan semenjak kecil ki ta telah dikenalkan dengan Ramadhan, kita semua mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan puasa, namun sangat jarang diantara kita yang mengerti apa arti Ramadhan dan makna yangterkandung dari kata "Ramadhan"itu sendiri.

Ramadhan secara leksikal berarti : membakar, amat panas. Penyebutan bulan Ramadhan -bulan ke-9 pada kalender Hijriah- sesuai dengan kondisi cuaca pada bulan tersebut."

Kita patut bangga menyaksikan semangat beribadah yang timbul saat bulan Ramadhan tiba, namun dalam kebanggaan tersebut kita lebih patut lagi bersedih karena fenomena yang ada adalah seakan-akan masyarakat kita menyembah Ramadhan dan bukan menyembah Tuhannya Ramadhan, kalau memang kita menyembah Tuhannya Ramadhan maka tidak sepatutnyalah kita bermalas-malasan beribadah di luar bulan Ramadhan tersebut.

Ramadhan adalah sebuah kata yang terbentuk dari lima huruf, dan setiap hurufnya memiliki makna tertentu yaitu : Ra : rahmat (rahmat Allah), Mim : maghfirah (ampunan Allah), Dhod : Dhommanun li al jannah (jaminan untuk menggapai surga), Alif : Amaanun min an nar (terhindar dari neraka) Nun : Nurullahi al Azizi al Hakim al Ghofuuri ar Rahiim (cahaya dari Allah swt yang maha kuasa dan bijaksana, maha pengampun dan pengasih.)

Saat kita telaah makna yang terkandung dalam kata ramadhan tersebut kita akan semakin meyakini bahwa datangnya bulan Ramadhan adalah membawa sebuah keberkahan dari Allah SWT untuk kita sebagai hamba-Nya. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya, Artinya : dari Abi Hurairoh RA, bahwasanya nabi Muhammad SAW berkata saat Ramadhan telah tiba: telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, pada bulan tersebut engkau diwajibkan berpuasa dan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan di belenggu, dalam bulan tersebut ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barang siapa yang tidak mampu mendapatkan kebaikan bulan ramadhan tersebut maka haramlah baginya surga. Riwayat Ahmad, an Nasa'i, dan Baihaqi.

Dari hadits di atas terdapat kaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan itu sendiri, rahmat dan magfirah adalah dua sisi yang sangat erat bagaikan dua sisi pada uang logam yang tak terpisahkan, disaat Allah SWT menurunkan rahmat-Nya maka maghfirah-Nyapun turun mengiringi, demikian juga sebaliknya. Ketika rahmat Allah SWT yang diiringi oleh maghfirah-Nya ini telah mengalir maka jaminan mendapatkan surga dan terhindar dari neraka telah menanti.

Namun hal ini semua hanya bisa didapat ketika kita bisa mendapatkan Nur Illahi yang maha Agung dan Bijaksana, maha Pengampun dan Pengasih. Jadi rangkaian huruf dari kata Ramadhan ini adalah sebuah pemaparan yang sangat jelas dalam proses perjalanan mendapatkan kebahagiaan.

Seolah Ramadhan membisikkan makna "Rahmat dan Magfirah Allah swt yang pasti berbuah jaminan untuk masuk surga dan terhindar dari api neraka hanya bisa diraih dengan cara mengikuti cahaya bimbingan dari Allah SWT. Allah SWT berfirman : Barang siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah SWT tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. Alquran : an Nur 40.

Dan cahaya tersebut adalah Alquran yang Cahaya (Allah SWT) turunkan kepada Cahaya (Muhammad saw) di bulan Ramadhan yang penuh cahaya ini.

"Allah SWT berfirman dalam Alquran : artinya "Wahai orangorang yang beriman telah datang kepada kalian petunjuk dan kami turunkan kepada kalian cahaya (Alquran) yang memberikan penjelasan. Alquran : an Nisa 174"

Kaitan ini sangatlah jelas di paparkan oleh Rasulullah SAW. dalam sebuah haditsnya, Beliau bersabda : artinya " Alquran dan puasa memberikan syafaat kepada hamba yang berpuasa pada hari kiamat, puasa berkata, wahai Tuhan, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Alquran berkata, wahai Tuhan aku mengakibatkanya tidak tidur waktu malam maka jadikanlah aku syafaat baginya maka keduanya menjadi syafaat.

Riwayat Ahmad, Tibrani, Hakim berkata Shohih dalam kategori imam Muslim.

Mari kita isi Ramadhan ini dengan mencintai Alquran yang merupakan mukjizat terbesar sepanjang zaman, di kagumi para ilmuwan, disambut gembira para cendikiawan,, orientalis murni tunduk penuh kekaguman, diterima setiap lapisan dan membacanya tak akan bosan, membaca, mempelajari, menelaah, dan mengaflikasikannya adalah sebuah amal kebajikan.

Dengan kecintaan ini kita harapkan bisa meraih nilai plus dari bulan Ramadhan ini yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, artinya "barang siapa berpuasa Ramadhan disertai keimanan dan dan "ihtisaban (karena Allah dan hanya mengharap pahala dari-Nya) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. al hadits riwayat Bukhori, Muslim, Tirmizie dan Nasa'i.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh, Beliau bersabda, artinya : barang siapa "qiyam" melaksanakan Ibadah, sholat dll) dalam bulan Ramadhan disertai keimanan dan "ihtisaban (karena Allah SWT dan hanya mengharap pahala dari-Nya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Hadits diriwayat Bukhori dan Muslim.

Shiyam dan Qiyam menghantarkan kita menggapai nilai plus tersebut hingga kita bisa keluar dari bulan yang penuh berkah ini dengan predikat diampuni.

Ramadhan yang penuh berkah ini bukanlah sebuah pemberian gratis dari Allah SWT, justru sebaliknya adalah sebuah hutang yang kita pinjam dengan jaminan yang sangat mahal, yaitu berkurangnya umur sebanyak satu tahun.



=====Selamat Menuaikan Ibadah Puasa======

Sabtu, 02 Juli 2011

Buah Kesabaran

KESABARAN tidak menjamin melepaskan kita dari masalah. Betul. Tapi setidaknya menjaga kita dari masalah baru. Dan pada saatnya kesabaran akan berbuahkan hal-hal yang baik dan indah. Ini sebuah cerita ilustrasi dari sebuah milis:
”Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Tapi setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, membawa anaknya ke dapur. Ia mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Pada panci kedua, ia memasukkan telur. Dan pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan ketiganya mendidih.
Selama itu si anak terdiam seribu basa. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, Nak?"
"Wortel, telur, dan kopi," jawab sang anak.  Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel.  Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama,  yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang
merebusnya itu. "Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"
                ITULAH buah kesabaran. Tapi memang tidak gampang untuk bersabar. Sebab yang dihadapi adalah diri sendiri. Seperti kata penulis Amsal, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Amsal 16:32). Kalau Tuhan menginkan kita menjadi orng-orang yagn sabar, Dia tentunya akan menolong kita memiliki karakter tersebut. Asal kita berusaha.

Kamis, 30 Juni 2011

Sejarah Kota Tercinta " Magetan "

Dalam kehidupan sosial budaya, ternyata melalui tulisannya banyak para ahli sejarah menyebut-nyebut Magetan. Demikian pula dalam kenyataannya, di Magetan sendiri tidak sedikit dijumpai peninggalan-peninggalan pada jaman dahulu kala, misalnya di Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan terdapat sebuah makam yang membujur ke arah utara selatan. Batu nisan sebelah berukuran lebar 34 cm, tebal 26 cm, tinggi 66 cm, bahannya terbuat dari batu andezit yang bentuk tulisannya diperkirakan dari abad 9.
Di Dukuh Sadon Desa Cepoko Kecamatan
Magetan terdapat kalamakara dengan reruntuhan batu lainnya, yang bahannya juga dari batu andezit. Berdasarkan hal tersebut, terdapat kemungkinan
dipersiapkannya pendirian suatu bangunan candi. Pada reruntuhan batu yang terletak dibawah makara terdapat tulisan yang tidak terbaca karena rusak. Dari
bentuk tulisannya dapat diperkirakan bahwa peninggalan tersebut dari jaman Airlangga (Kediri). Reruntuhan tersebut oleh masyarakat setempat dikenal dengan
sebutan Dadung Awuk.
Di tempat lain terdapat pula
peninggalan-peninggalan jaman dahulu seperti di Puncak Lawu wilayah Kabupaten Magetan yaitu peninggalan berbentuk Pawon Sewu (Candi Pawon)/Pundek Berundak
peninggalan tersebut sebagai hail budaya pada jaman Majapahit. Demikian juga di lereng Gunung Lawu sebelah Barat terdapat peninggalan Candi Sukuh dan Candi
Ceto.
Awalnya peninggalan-peninggalan tersebut sesuai dengan perkembangan akhir Majapahit, dimana pada waktu itu banyak rakyat dan sebagian kalangan kraton yang meninggalkan pusat kerajaan; pergi ke gunung-gunung dalam usaha ingin mempertahankan kebudayaan dan agama
Hindu termasuk Gunung Lawu Kabupaten Magetan.

PROSES BERDIRINYA KABUPATEN MAGETAN

Telah kita ketahui bersama lewat
buku-buku sejarah ataupun peninggalan-peninggalan sejarah itu sendiri, bahwa daerah-daerah di Indonesia pada umumnya dan termasuk pulau-pulau Jawa, pada
jaman dahulu dikuasai oleh kerajaan-kerajaan besar maupun kecil. Hal semacam ini tidak terkecuali mengenai wilayah timur Gunung Lawu, yang sekarang ini dikenal dengan nama Kabupaten Magetan.
Pada buku sejarah Kabupaten Magetan telah disebutkan, bahwa kita tidak mungkin mengungkapkan sejarah Magetan tanpa mengungkapkan masalah kerajaan terdekat yang berkuasa serta masalah-maalah VOC
atau Kompeni Belanda. Agar pembicaraan tentang berdirinya Kabupaten Magetan ini banyak dikandung pengertian yang bisa dipertanggungjawabkan, maka disini dikemukakan peristiwa-peristiwa penting yang dapat mencapai sasaran dengan tepat.

Peristiwa-peristiwa penting tersebut diantaranya :
Wafatnya Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1645 merupakan tonggak sejarah mulai surutnya kejayaan Kerajaan Mataram. Beliau sangat gigih melawan VOC, sedangkan penggantinya ialah Sultan Amangkurat I yang menduduki tahta Kerajaan Mataram paa tahun 1646-1677 sikapnya lemah terhadap VOC atau Kompeni Belanda.
Pada tahun 1646 Sultan Amangkurat I
mengadakan perjanjian dengan VOV, sehingga pengaruh VOC dapat memperkuat diri karena bebas dari serangan Mataram,bahkan pengaruh VOC dapat leluaa masuk ke
Mataram. Kerajaan Mataram makin menjadi lemah, pelayaran perdagangan makin dibatasi, antara lain tidak boleh berdagang ke Pulau Banda, Ambon dan Ternate. Peristiwa diatas menyebabkan tumbuhnya tanggapan yang negatif terhadap Sultan Amangkurat I di kalangan keraton, lebih-lebih pihak oposisi, termasuk putranya sendiri yaitu Adipati anom yang kelak bergelar Amangkurat II. Kejadian-kejadian di pusat
Pemerintahan Mataram selalu diikuti dengan seksama oleh Daerah Mancanegara, sehingga Pangeran Giri yang sangat berpengaruh di daerah pesisir utara Pulau
jawa mulai bersiap-siap melepaskan diri dari kekuasaan Mataram.
Pada masa itu seorang pangeran dari madura yang bernama Trunojoyo sangat kecewa terhadap pamannya yang bernama Pangeran Cakraningrat II karena beliau terlalu mengabaikan Madura dan hanya bersenang-senang saja di pusat Pemerintahan Mataram.
Trunojoyo melancarkan pemberontakan kepada Mataram pada tahun 1647. Pemberontakan itu didukung oleh orang-orang dari Makasar.Dalam suasana seperti itu kerabat Keraton Mataram yang bernama Basah Bibit atau Basah Gondo Kusumo dan Patih Mataram yang bernama Patih Nrang Kusumo dituduh bersekutu dengan para ulama yang beroposisi dengan menentang kebijaksanaan Sultan Amangkurat I. Atas tuduhan ini Basah Gondokusumo diasingkan ke Gedong Kuning Semarang selama 40 hari, di tempat kediaman beliau yang bernama
Basah Suryaningrat. Patih Nrang Kusumo meletakkan jabatan dan kemudian pergi bertapa ke daerah sebelah timur Gunung Lawu. Beliau diganti oleh adiknya yang
bernama Pangeran Nrang Boyo II. Keduanya ini putra Patih Nrang Boyo (Kanjeng Gusti Susuhunan Giri IV Mataram).
Di dalam pengasingan ini Basah
Gondokusumo mendapat nasehat dari kakeknya yaitu Basah Suryaningrat, dan kemudian beliau berdua menyingkir ke daerah sebelah timur Gunung Lawu. Beliau berdua memilih tempat ini karena menerima berita bahwa di sebelah timur Gunung Lawu sedang diadakan babad hutan yang diadakan oleh seorang bernama Ki Buyut Suro, yang kemudian bergelar Ki Ageng Getas. Pelaksanaan babad huta ini atas daar perintah Ki Ageng Mageti sebagai cikal bakal daerah tersebut.
Untuk mendapatkan sebidang tanah sebagai tempat bermukim di sebelah timur Gunung Lawu itu, Basah Suryaningrat dan Basah Gondokusumo menemui Ki Ageng Mageti di tempat kediamannya yaitu di Dukuh Gandong Kidul (Gandong Selatan), tempatnya di sekitar Aloon-aloon Kota Magetan dengan perantara Ki Ageng Getas.

Hasil dari pertemuan ini, Basah Suryaningrat mendapat sebidang tanah di sebelah utara Sungai Gandong, tepatnya di Kelurahan Tambran Kecamatan Kota Magetan
sekarang. Peristiwa itu terjadi setelah melalui perdebatan yang sengit antara Ki Ageng Mageti dengan Basah Suryaningrat. Lewat perdebatan ini Ki Ageng Mageti mengetahui, bahwa Basah Suryaningrat bukan saja kerabat keraton Mataram, melainkan sesepuh Mataram yang memerlukan pengayoman. Karena itulah akhirnya Ki
Ageng Mageti mempersembahkan seluruh tanah miliknya sebagai bukti kesetiaannya kepada Mataram.

Setelah Basah Suryaningrat menerima tanah persembahan Ki Ageng Mageti itu sekaligus beliau mewisuda cucunya yaitu Basah Gondokusumo penjadi penguasa di tempat baru dengan gelar YOSONEGORO yang kemudian dikenal sebagai Bupati YOSONEGORO. Peristiwa itu terjai pada tanggal 12 Oktober 1675, dengan condro sengkolo “ MANUNGGALING ROSO SUKO HAMBANGUN”
Basah Suryaningrat dan Yosonegoro (Basah Gondokusumo) merasa sangat besar hatinya, karena disamping telah mendapatkan persembahan tanah yang berwujud wilayah yang cukup luas dan strategis, juga mendapatkan seorang sahabat yang dapat diandalkan kesetiaannya, yaitu Ki Ageng Mageti. Itulah sebabnya tanah baru itu diberi nama “MAGETAN’

Daftar Bupati yang pernah memimpin Magetan :
1. Raden Tumenggung Yosonegoro(1675 - 1703)
2. Raden Ronggo Galih Tirtokusumo (1703 - 1709)
3. Raden Mangunrono(1709 - 1730)
4. Raden Tumenggung Citrodiwirjo (1730 - 1743)
5. Raden Arja Sumaningrat(1743 - 1755)
6. Kanjeng Kyai Adipati Poerwadiningrat (1755 - 1790)
7. Raden Tumenggung Sosrodipuro(1790 - 1825)
8. Raden Tumenggung Sosrowinoto (1825 - 1837)
9. Raden Mas Arja Kartonagoro(1837 - 1852)
10. Raden Mas Arja Hadipati Surohadiningrat III (1852 - 1887)
11. Raden M.T. Adiwinoto(1887 - 1912), R.M.T. Kertonegoro (1889)
12. Raden M.T. Surohadinegoro (1912 - 1938), R.A. Arjohadiwinoto (1919)
13. Raden Mas Tumenggung Soerjo(1938 - 1943)
14. Raden Mas Arja Tjokrodiprojo (1943 - 1945)
15. Dokter Sajidiman(1945 - 1946)
16. Sudibjo (1946 - 1949)
17. Raden Kodrat Samadikoen(1949 - 1950)
18. Mas Soehardjo (1950)
19. Mas Siraturahmi(1950 - 1952)
20. M. Machmud Notonindito (1952 - 1960)
21. Soebandi Sastrosoetomo (1960 - 1965)
22. Raden Mochamad Dirjowinoto(1965 - 1968)
23. Boediman (1968 - 1973)
24. Djajadi(1973 - 1978)
25. Drs. Bambang Koesbandono (1978 - 1983)
26. Drg. H.M. Sihabudin (1983 - 1988)
27. Drs. Soedharmono (1988 - 1998)
28. Soenarto
29. Saleh Mulyono
30. Sumantri

sumber :
1. http://www.openmadiun.com/mod.php?mod=informasi&op=viewinfo&intypeid=2&infoid=6
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Magetan

Kamis, 23 Juni 2011

Belajar Bahasa Jepang

Bahasa jepang merupakan bahasa yang sekarang ini di minati oleh banyak pelajar di Indonesia. Kenapa?? mari kita simak dan kita pelajari sedikit demi sedikit.....


Renshusimasho......



アヌポンさんは、ごご2じはんに なりたくうこうに つきました。 タイからにほんまで6じかんぐらいかかりました。くうこうから、とうきょうの ホテルまで リムシンバスでは 2じかんぐらいかかります。しかし、どうろが こんで いる ときは もっと じかんが かかります。とっきゅうでんしゃでも うえのまで 1じかんぐらいです。うえから ホテルまでは ちかてつや タクシーで いきます。リムシンバスの りょうきんは 2800えんで、でんしゃは 1700えんです。でんしゃはうえのえきまで いきますが、ばすは ホテルのまえまで いきます。アヌポンさんは かばんを 3つ もっています。 おおきくて おもいです。ですから、リムシンバスの ほうがたかいですが、ばすで いきます。ばすの まえには ひとが たくさん います。みんなの かばんも おおきいです。

Senyuman Mu

neh senyum jagoan q yang bisa membuat lelah q hilang, selalu senyum ya nak......jadi pemain bola ya besok, biar ngegantiin ayah,,...jadi pemain team nasional amin amin amin

Selasa, 21 Juni 2011

Jagoanq

anakq tidur pulas banget sama ayahnya...ayahnya habis jalan jalan, anaknya ndak di ajak...wkwkwkwwk maaf y sayang kemaren tu ayah ndak ngajak karena aby masih kecil, takut nanti kedinginan juga..nanti klo gede ayah pasti ajak deh...

Kamis, 16 Juni 2011

Alhamdulillah syukur untukMu Ya Allah...

alhamdulillah
alhamdulillah
akhirnya setelah sekian lama bercita cita ingin mempunyai Blog...akhirnya jadi juga...masih coba coba..tapi untuk ke depannya semoga semakin baikk